Traffic Academy Reflection’s

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Berdirinya Badan Diklat Perhubungan

Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Departemen Perhubungan adalah badan pelaksana tugas bidang pendidikan dan pelatihan sektor Perhubungan yang memiliki sifat tidak tercakup baik oleh unsur pembantu pimpinan, unsur pelaksana maupun unsur pembantu pengawasan Departemen yang berada langsung di bawah Menteri.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Badan Diklat Perhubungan yang dibentuk melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan R.I nomor KM.091/ OT.002/Phb‐80 telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 tahun 2005 JO KM. 47 Tahun 2005 dan KM. 62 tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan, selama ini banyak melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia Perhubungan.

Badan Diklat Perhubungan mempunyai visi dan misi, kedudukan, tugas pokok dan fungsi dalam rangka pelaksanaan tugas bidang pendidikan dan pelatihan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia sektor Perhubungan yang unggul secara nasional dan internasional.

Microsoft Word – SEJARAH BERDIRINYA BADAN DIKLAT PERHUBUNGAN

PELITA I (1969/1970 – 1973/1974)

Kegiatan Diklat ditempatkan / dilaksanakan pada Biro Kepegawaian dan sub sektor.

PELITA II (1974/1975 – 1978/1979)

Berdasarkan Keppres No. 44 dan 45 tahun 1974 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 415/U/Phb‐75, Badan Diklat Perhubungan terdiri dari :

Sekretariat Badan Diklat Perhubungan

Pusdiklat Perhubungan Darat dan UPT‐nya :

Diklat Transjaya Tegal

Diklat PJKA di Bandung dan Yogyakarta

Pusdiklat Perhubungan Laut dan UPT‐nya :

BP3IP

KPLKP (sekarang BP2TL)

PLAP (sekarang STIP‐Jakarta)

BPLP Semarang (sekarang PIP‐Semarang)

BPLP Ujung Pandang (sekarang PIP‐Makassar)

Pusdiklat Perhubungan Udara dan UPT‐nya yaitu LPPU/PLP Curug.

Pusdiklat Pos dan Telekomunikasi

Pusdiklat Pariwisata

BPL Meteorologi dan Geofisika

PELITA III (1979/1980 – 1981/1984)

Penyempurnaan Struktur Organisasi (termasuk Badan Diklat Perhubungan KM.91/OT.002/80).

Di lingkungan Pusdiklat Perhubungan Darat bertambah BPL ASD Palembang.

Di lingkungan Pusdiklat Perhubungan Laut bertambah BPLPD Barombong.

PELITA IV (1984/1985 – 1988/1989)

Ditjen Parpostel lepas dari Departemen Perhubungan;

Perjanka menjadi Perumka sehingga Pembinaan Diklat Perumka bersifat koordinatif saja

Di lingkungan Pusdiklat Perhubungan Darat bertambah BPL ASD Palembang.

Berdirinya BPLPD Surabaya

Di lingkungan Pusdiklat Perhubungan Udara berdiri BPL Penerbangan wilayah Medan, Palembang, Surabaya, Ujung Pandang dan Jayapura.

PELITA V (1989/1990 – 1993/1994)

Peraturan Pemerintah No. 30/1990 tentang Pendidikan Tinggi kemudian disempurnakan menjadi Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999.

Mengacu pada PP tersebut beberapa lembaga Perguruan Tinggi dilingkungan Departemen Perhubungan dikaji untuk disesuaikan menjadi bentuk Sekolah Tinggi, Politeknik dan Akademi.

PELITA VI (1994/1995 – 1998/1999)

Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1931/D/T/1997 tanggal 7 Agustus 1997 berisi persetujuan usul perkembangan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dilingkungan Departemen Perhubungan dan persetujuan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara No. 452/MK.WASPAN/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 untuk rancangan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Ilmu Pelayaran, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan dan Akademi Meteorologi dan Geofisika.

Ada 9 unit Pelaksana Teknis yang memenuhi persyaratan dilembagakan menjadi Perguruan Tinggi masing – masing :

Balai Diklat Ahli Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, Bekasi menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat;

Pendidikan dan Latihan Ahli Pelayaran, Jakarta menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran;

Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Semarang, sekarang menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran – Semarang;

Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Ujung Pandang (sekarang Makassar), menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran – Makassar;

Pendidikan dan Latihan Penerbangan, Curug menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.

Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan, Medan menjadi Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Medan;

Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan, Surabaya menjadi Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Surabaya;

Balai Pendidikan dan Latihan Penerbangan, Ujung Pandang (sekarang Makassar) menjadi Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar;

Balai Pendidikan dan Latihan Meteorologi dan Geofisika Jakarta menjadi Akademi Meteorologi dan Geofisika.

About these ads

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: